Wednesday, October 19, 2011

Perilaku Dalam Berorganisasi (Resume 3) ~ Nilai, Sikap, dan Kepuasan Kerja

===========================
Rizal Miftahus Salmi (10.39010.0057)
===========================

NILAI, SIKAP, DAN KEPUASAN KERJA


Nilai / Value
Nilai merupakan keyakinan mendasar  yang menggambarkan pendirian individu bahwa sesuatu hal / perilaku lebih baik / benar daripada hal / perilaku yang lain. Nilai ini diperlukan karena dapat memberikan dasar pengertian tentang sikap dan motivasi seseorang. Nilai ini juga dapat mempengaruhi persepsi dalam memandang suatu hal /sikap / masalah.

Sistem Nilai
Sistem nilai adalah susunan peringkat nilai-nilai individu menurut kepentingannya. Nilai individu ini dapat bersumber dari genetik (bawaan), budaya nasional, ataupun lingkungan (keluarga, sekolah, teman).

Tipe Nilai
Menurut Allport and Associate (dalam Robbins, 1993), tipe nilai dibagi menjadi 6 antara lain :
  1. Theoretical
  2. Nilai yang mengutamakan penemuan / pencarian kebenaran melalui pendekatan rasional dan kritikal.
  3. Economic
  4. Nilai yang menekankan kegunaan dan kepraktisan.
  5. Aesthetic
  6. Nilai yang mengagungkan bentuk dan keharmonisan.
  7. Social
  8. Nilai yang menekankan kecintaan terhadap orang-orang.
  9. Political
  10. Nilai yang menitikberatkan pada kekuasaan dan pengaruh.
  11. Religious
  12. Nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan pemahaman yang sama tentang alam semesta.
Sikap / Attitude
Sikap / Attitude adalah pernyataan / pertimbangan evaluatif (baik yang diinginkan atau yang tidak) mengenai objek, orang, atau peristiwa. Sikap ini mencerminkan bagaimana orang merasakan sesuatu. Sikap ini biasanya terbentuk dari lingkungan dan sifatnya relatif / dapat berubah.

Komponen Sikap
  • Kognitif : segmen pendapat / keyakinan dari suatu sikap
  • Afektif : segmen emosional / perasaan dari suatu sikap
  • Psikomotorik (perilaku) : alasan untuk berperilaku dalam suatu cara tertentu terhadap seseorang / sesuatu
  • Sikap dapat berpengaruh terhadap kinerja organisasi
  • Pimpinan => berpengaruh terhadap bawahan
Tipe Sikap
  • Job satisfactions (kepuasan kerja) : berkenaan dengan sikap umum individu terhadap pekerjaannya. Jika kepuasan kerja tinggi maka sikap terhadap pekerjaannya adalah positif, begitu pula sebaiknya.
  • Job involvement (keterlibatan kerja) : menunjukkan tingkat pengenalan dan keterlibatan diri dengan pekerjaan, serta kesadaran seseorang bahwa performance penting bagi dirinya. Orang yang memiliki tingkat keterlibatan kerja tinggi maka ia akan lebih memperhatikan pekerjaannya.
  • Organizational commitment (komitmen kepada organisasi), menunjukkan tingkat pengenalan, keterlibatan dan kesetiaan kepada organisasi, serta harapan dapat mempertahankan status keanggotaannya.
Komitmen Organisasi
Tingkat pengenalan, keterlibatan dan kesetiaan kepada organisasi, serta dapat mempertahankan status keanggotaanya. Tingkat komitmen yang tinggi akan mempengaruhi tingkat absen dan turnover menjadi rendah. Tingkat komitmen kepada organisasi lebih tepat dalam mengukur turnover seseorang daripada tingkat kepuasan kerjanya.

Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja adalah sikap individu terhadap pekerjaannya atau dengan kata lain seperangkat perasaan pegawai tentang menyenangkan / tidaknya pekerjaan mereka. Kepuasan kerja memiliki hasil akhir yang kompleks dari berbagai macam unsur pekerjaan, yaitu orang, peraturan, organisasi, serta lingkungan. Kepuasan kerja juga ditentukan oleh beberapa hal, yaitu :
  • Mentally challenging work
    • Tantangan yang rendah akan membuat orang cenderung bosan
    • Tantangan yang sedang akan membuat orang tenang dan puas
    • Tantangan yang terlalu banyak akan membuat frustasi dan merasa gagal
  • Equitable rewards (imbalan yang sesuai)
    • Adanya keadilan dalam pengaturan gaji dan promosi
    • misal : berdasarkan beban kerja, standar gaji umum, atau tingkat kemampuan individu
  • Supportive working conditions
    • Adanya dukungan kondisi kerja
    • misal : kondisi lingkungan kerja yang nyaman, fasilitas yang lengkap dan tidak membahayakan akan mendukung kepuasan kerja seseorang
  • Supportive colleagues
    • Adanya dukungan kolega atau teman akan membuat seseorang menjadi lebih mantap dalam bekerja. Alasannya adalah orang butuh berinteraksi dan sosialisasi.
  • Personality - job fit
    • Adanya kesuaian antara kepribadian seseorang dengan pekerjaannya. Hal ini akan membuat seseorang lebih puas karena dalam berkerja sekaligus ia dapat menyalurkan bakat dan minatnya.
Pengaruh Kepuasan Kerja
  • Produktifitas
    • Membuat hubungan menjadi tidak konsisten. Produktifitas juga ditentukan oleh mekanisme pasar dan kemampuan mesin.
  • Absen
    • Adanya korelasi negatif antara kepuasan kerja dengan tingkat absen
  • Turnover
    • Adanya korelasi negatif antara kepuasan kerja dengan turnover (korelasinya lebih kuat dari absen)
Ungkapan Ketidakpuasan Karyawan
  • Exit (keluar)
  • Ketidakpuasan yang diungkapkan lewat perilaku yang diarahkan meninggalkan organisasi
  • Voice (bersuara)
  • Ketidakpuasan yang diungkapkan lewat isaha aktif dan konstruktif untuk memperbaiki kondisi
  • Loyality (kesetiaan)
  • Tetap setia bertahan dalam organisasi tetapi bersikap pasif sambil menunggu kondisi membaik
  • Neglect (lalai)
  • Ketidakpuasan yang dinyatakan dengan membiarkan kondisi memburuk

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More